Puaskan Wanderlust Anda - Tonton Film Inspiratif Tentang Traveling Berikut!

Sebagai seorang yang memiliki hobi traveling tentu akan suka jika menonton film yang bertemakan traveling. Namun, tak semua film bertema traveling memiliki nilai positif yang dapat menginspirasi Anda. Sebuah film perjalanan tidak akan sempurna jika hanya bercerita tentang tempat wisata yang indah, tetapi seharusnya lebih memberikan pelajaran, inspirasi, dan imajinasi untuk penontonnya. Nah, berikut ini kami telah memilih lima film inspiratif tentang traveling yang bisa Anda tonton.

Film Inspiratif Tentang Traveling

Eat Pray Love

Film Eat Pray Love ini menceritakan tentang seorang wanita karir yang sukses, diperankan oleh Julia Robert sebagai Liz Gilbert, yang juga telah memiliki seorang suami yang amat mencitanya. Namun, dengan kesuksesan dalam hidupnya tidak membuat Ia merasa bahagia, dirinya merasakan ada yang kurang tentang arti sebuah hidup. Dari sebuah kegalauan tersebut, akhirnya Liz Gilbert memutuskan untuk bercerai dengan suaminya, lalu Ia memilih untuk melakukan perjalanan ke tiga negara. Negara yang dipilih ialah Italia (Roma), India dan Indonesia (Bali). Di perjalanan ke tiga negara tersebut Liz banyak menemukan hal-hal baru tentang kehidupan yang sesungguhnya. Di Italia, Ia menemukan kenikmatan makanan ala Italia, dan di India, Ia mendapatkan pengalaman spiritual yang sangat berarti untuk hidupnya, sedangkan di Bali, Ia merasakan kedamaian hati serta keseimbangan dalam hidup. Pesan penting dari film Eat Pray Love ini sesungguhnya adalah bahwa memiliki karir yang sukses, uang yang banyak, dan suami yang mencitai, bukanlah sebuah jaminan hidup Anda akan bahagia. Faktanya, dalam film ini bercerita bagaimana Anda harus lebih menghargai diri sendiri.

Credit: imdb.com

Wild

Film Wild ini mengisahkan sosok seorang perempuan yang bernama Cheryl Strayed, diperanakan oleh Reese Witherspoon, yang melakukan perjalanan petualangan (solo traveler) ke beberapa jalur pendakian di Amerika, tanpa memiliki pengalaman mendaki sebelumnya. Perjalanan ini Ia mulai, karena Cheryl merasa frustasi dengan keadaan hidupnya dan ingin memulihkan kehidupannya yang telah hancur. Pasca ditinggal oleh Ibunya untuk selama-lamanya yang meninggal karena sakit kanker, ditambah lagi dengan pernikahannya yang kandas. Sampai akhirnya Cheryl memilih untuk melakukan pendakian di jalur Pacific Crest Trail sejauh 1.100 mil dari 2.650 mil. Dalam perjalanannya Ia banyak mendapatkan pelajaran, bahwa tidak ada yang harus ditakuti dalam hidup ini, ketika tekad sudah bulat, persiapan sudah baik, dan nyakin bisa menjalankannya, maka hadapilah. Di film ini, Anda akan banyak mendapatkan kisah inspiratif dengan ilmu-ilmu yang harus diterapkan ketika Anda ingin melakukan perjalanan petualangan seorang diri. Misalnya saja, bagaimana cara mempersiapkan kebutuhan berpetualang, memasang tenda, mencari makan, memasak, memilih sepatu hiking yang benar, mempersiapkan hal-hal tidak terduga, hingga pelajaran tentang jangan malu bertanya dengan orang baru.

Credit: ft.com

Copenhagen

Berbeda dengan dua film Hollywood yang sudah diterangkan di atas, film Copenhagen ini hanyalah sebuah film indie dengan cerita yang sederhana tetapi syarat akan nilai kehidupan bagi anak muda. Berkisah tentang sosok anak muda labil asal Amerika berumur 28 tahun (William) yang berkelana mengelilingi Eropa, dan kemudian mengakhiri perjalanannya di Copenhagen, Denmark. Di sana William melakukan perjalanan seorang diri untuk mencari Kakek serta asal-usul tentang keluarganya yang tidak pernah Ia kenal. Dalam perjalanannya Ia banyak menemukan kesulitan tetang bagaimana sikap warga Denmark terhadap turis asal Amerika. Sampai pada akhirnya William bertemu dengan gadis remaja berumur 14 tahun yang bernama Effy, namun memiliki sifat dewasa dan pemberani. Lalu mereka melakukan perjalanan bersama di Copenhagen demi misi yang dimiliki William. William pun mendapatkan banyak pelajaran dari setiap perjalanannya, Ia merasa ikhlas dan siap menerima apapun hasil yang Ia dapatkan dari pencariannya. Hubungan pun terjalin semakin erat dengan segala perbedaan yang ada, sampai dengan tumbuh rasa cinta diantara keduanya. Nilai penting yang diisyarakat dalam film ini ialah ketika William dihadapkan oleh dua pilihan yakni, memilih untuk bercinta dengan anak di bawah umur dengan segala resikonya atau menahan diri demi masa depan gadis remaja yang Ia cintai. Dan pada akhirnya mereka berdua pun sadar dan memilih untuk berpisah. Kata kata bijak dalam film ini adalah “When the girl of your dreams is half your age, it’s time to grow up”.

Credit: fangirlsarewe.com

The Bucket List

Bercerita tentang sosok dua pria tua yang mengidap penyakit kanker stadium akhir dengan resiko kematian yang sudah di depan mata, The Bucket List hadir dengan kisah penuh dengan motivasi hidup yang tinggi. Diperankan oleh Morgan Freeman (Carter) dan Jack Nicholson (Edward), mereka berdua bertemu di sebuah rumah sakit yang di mana rumah sakit tersebut adalah milik Edward. Dengan latar belakang berbeda, Carter hanyalah seorang montir mobil sedangkan Edward seorang yang kaya raya, masalah tersebut pun tidak menghalangi mereka untuk bersahabat. Sampai pada akhirnya mereka membuat list perjalanan untuk berkeliling dunia sebelum ajal menjemput. Hal tak terduga yang diceritakan di The Bucket List adalah mereka melakukan Skydiving, balapan mobil, pergi melihat Pyramid di Mesir, mejelajahi Tembok Cina, bahakan hingga ke Tibet, Tiongkok. Ada point penting dalam cerita di film ini dan bahkan ada pelajaran yang bisa Anda petik, ketika mereka berdua mengunjungi Mesir. Di situ mereka berdua membahas bagaimana bangsa Mesir (kuno) mempersepsi kematian. Carter bercerita bahwa di pintu surga, orang-orang yang mati akan ditanya dua hal sebelum mereka bisa masuk. Pertanyaan pertama adalah apakah kita sudah menemukan bahagia dalam hidup ini. Dan pertanyaan kedua bahkan lebih susah untuk dijawab yaitu, apakah kita sudah membawa kebahagiaan buat orang-orang di sekitar kita.

Credit: theaceblackblog.com

The Darjeeling Limited

The Darjeeling Limited adalah sebuah film yang menceritakan kisah tiga bersaudara (Francis, Peter, dan Jack) yang baru saja ditinggal mati Ayahnya akibat kecelakaan, dan kemudian melakukan perjalanan spiritual dengan kereta api yang melintasi India yang bernama The Darjeeling Limited, dengan tujuan memperbaiki tali persaudaraan diantara ketiganya. Karena sebelumnya mereka ini jarang sekali bertemu. Sampai pada akhirnya sang kakak pertama Francis, mengatur perjalanan tersebut agar Ia dan saudara-saudaranya kembali percaya satu sama lain dan menjadi saudara seperti seharusnya. Pada akhirnya , tujuan dari perjalanan ini adalah untuk bertemu dengan ibunya yang menjadi seorang biarawati di India. Perjalanan ini memberikan pembelajaran berarti untuk ketiganya, mereka melakukan ritual-ritual meditasi, ritual di atas tebing, sampai dengan menghadiri upacara pemakaman seorang anak. Dan sampai akhirnya hubungan mereka kembali membaik dan mulai saling mempecayai satu sama lain.

Credit: imdb.com

updated