5 Alasan Anda Harus Berkunjung ke Dieng

Berada di ketinggian 2.093 mdpl, Dieng merupakan sebuah desa yang terletak di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Seiring berjalannya waktu, Dieng kian populer dengan hadirnya Dieng Culture Festival yang rutin diadakan setiap tahunnya, dan tahun ini telah menginjak tahun ke-10 yang juga telah terselenggara pada 2-4 Agustus 2019 lalu. Bagi Anda yang ketinggalan moment tersebut, tidak usah panik karena masih ada banyak alasan untuk Anda berkunjung ke Dieng. Salah satu alasannya adalah karena di bulan-bulan ini bahkan hingga September atau Oktober mendatang merupakan periode fenomena embun es di Dieng, dan tentu ini merupakan fenomena langka yang ada di Indonesia. Berikut ini kami memiliki lima alasan mengapa Anda harus mengunjungi Dieng sebagai destinasi liburan.

Fenomena Es Salju

Baru-baru ini di Indonesia telah mengalami fenomena alam langka yang terjadi di Dieng. Fenomena alam tersebut ialah munculnya embun es salju, seperti yang kita tahu bahwa Indonesia bukanlah negara yang memiliki empat musim. Tetapi, kemunculan fenomena es salju ini telah berlangsung di Desa Dieng, dan anehnya fenomena ini juga kerap terjadi saat musim kemarau dengan suhu mencapai minus 8 derajat, serta bertepatan pula dengan bulan di mana terselenggaranya Dieng Culture Festival. Hal ini tentu akan menambah keindahan Alam yang terjadi di dataran tinggi Dieng. Ketika Anda datang ke desa ini, Anda akan merasakan seperti berada di negara empat musim, dengan tampilan memesona dari embun es salju yang konon bak permata berkilau saat terpapar sinar matahari.

Credit: Instagram @indrart

Golden Sunrise Asia dari Puncak Sikunir

Puncak Sikunir adalah salah satu destinasi wisata terfavorit para traveler lokal maupun mancanegara yang ingin menikmati golden sunrise di dataran tinggi Dieng. Golden sunrise di Puncak Sikunir ini, diklaim menjadi salah satu tempat terbaik di Asia. Jika Anda ingin melihat dan menikmatinya secara langsung keindahan golden sunrise ini, datanglah pada saat musim kemarau di bulan Juli sampai Oktober. Karena di bulan-bulan tersebut, kencantikan sunrise yang selalu dinanti pelancong ini kemungkinan besar tidak akan terhalang oleh kabut tebal atau bahkan gumpalan awan pun bisa terlihat sangat jelas. Anda akan merasakan bagaimana indahnya suasana negeri di atas awan.

Credit: xplorea.com

Pemandangan Menakjubkan Gunung Prau, Sindoro, dan Sumbing

Dari Puncak Gunung Prau yang cantik Anda akan sekaligus menikmati pemandangan menakjubkan dari Gunung Sindoro dan Sumbing yang berjajar indah di depan mata Anda. Untuk sampai ke tempat ini, Anda membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam trekking. Ada dua jalur yang bisa Anda pilih sebagai jalur pendakian, jalur pertama melalui Dieng dan jalur kedua via Patakbanteng. Tetapi kami sarankan agar Anda memilih jalur pertama, karena jalur pendakian melalui Dieng cenderung lebih santai dan tidak berbahaya, jadi untuk pemula ini cukup aman. Selain memiliki pemandangan yang luar biasa indah, di puncak gunung Prau juga Anda akan disugguhkan dengan hamparan keindahan bukit teletubbies, telaga warna Dieng dan bunga yang sangat menawan.

Credit: flickr KanuaBlack

Pesona Dieng dengan Keasliannya

Menyimpan banyak objek wisata alam yang luar biasa dengan udara yang sejuk, tanaman yang tumbuh subur, serta pesona Dieng yang semakin terpancar dengan keautentikannya. Dieng berasal dari Bahasa Sansekerta, ‘di’ artinya tempat yang tinggi, dan ‘hyang’ yang berarti kahyangan, bila digabung maka menjadi ‘daerah pegunungan tempat dewa dan dewi bersemayam’. Keasalian lain dari dataran tinggi Dieng yang terus diyakini ialah dari beberapa anak Dieng atau disebut juga Anak Bajang yang mempunyai rambut gimbal, dipercaya memiliki keturunan penggawa Kerajaan Mataram yang diutus untuk memimpin pemerintahan di Dataran Tinggi Dieng. Rambut gimbal tersebut tidak boleh dipotong sembarangan, tetapi dengan ritual tertentu, dan uniknya sebelum dipotong, keinginan Anak Bajang harus dipenuhi terlebih dahulu. Hal itu dilakukan sebagai imbalan dari pencukuran rambut dan apapun yang diminta wajib dikabulkan oleh orang tua mereka.

Credit: Twitter @indtravel

Rumah Kentang Terbesar

Selain menyimpan banyak objek wisata alam yang menakjubkan dengan balutan budaya yang kental. Dieng hadir sebagai komoditas kentang terbesar di Indonesia, dengan kualitas yang bermutu tinggi. Kentang khas Dieng pun terkenal karena rasanya yang empuk. Selain itu, kentang dieng memiliki karakteristik yang berbeda dengan kentang pada umumnya karena ditanam di dataran tinggi. Suhu yang dingin dan tanah yang subur membuat kentang dieng tumbuh dengan baik. Anda bisa langsung membeli dari para petani Dieng dengan harga yang relatif murah dibandingkan dengan di supermarket atau pasar. Jika Anda ingin mencicipi langsung di lokasi, Anda bisa membeli kentang goreng yang telah menjadi kudapan terpopuler di area wisata Dieng.

Credit: traintokitezh.com

updated