Mengenal Tenun Ikat Sumba

Pulau Sumba yang kini tengah menjadi salah satu destinasi wisata paling hits dikalangan para traveler ini, banyak menyimpan keindahan alam yang begitu memukau, ditambah lagi dengan adanya tenun ikat Sumba yang juga sangat eksotis. Tenun ikat Sumba ini merupakan salah satu bentuk dari kekayaan budaya yang dimiliki oleh Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kain tenun ikat Sumba dibuat dengan proses pembuatan tradisional yang cukup rumit, menarik dan unik oleh para seniman tenun dari Sumba Timur. Pengambilan motif dan pewarnaanya pun disesuaikan dengan ciri khas dari masing-masing kabupaten yang ada di pulau Sumba. Untuk pewarnaanya sendiri diambil dari bahan alami daun dan akar, yang membuat warna dalam kain tenun tersebut bertahan dengan waktu yang cukup lama.

Credit: victorynews.id

Setiap tenun ikat Sumba yang telah dibuat pasti memiliki makna dan filosofi yang berbeda, misalnya makna sosial, agama, dan tradisional. Dan makna dari kain tenun Sumba ini ialah "Lukamba Nduma Luri" yang artinya benang yang memberi ruh atau kain yang memberi hidup sebagaimana filosofi agama Marapu (agama kepercayaan masyarakat asli Sumba). Sedangkan kata “ikat” dalam pengertian tenun ikat Sumba ini memiliki arti mengikat, yang di mana masing-masing daerah di Sumba memiliki variasi motif dan pola ikat tersendiri, meskipun ada perbedaan di dalam setiap daerah, baik itu sosial, agama maupun karakter tetapi itu semua bukanlah suatu masalah yang membuat satu sama lain menjadi beda,melainkan semua mengikat menjadi satu untuk mengikuti tradisi sebagaimana diajarkan oleh nenek moyang mereka.

Credit: fkai.org

Ciri khas dari kain tenun ikat Sumba salah satunya terletak pada motif tenun ikat Sumba itu sendiri, karena kebanyakan menggunakan gambar kuda yang memiliki filosofi tinggi seperti gambar kuda yang diartikan kepahlawanan dan kebangsawanan. Kain tenun ikat Sumba ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan telah menjadi salah satu warisan dan produk budaya yang sangat berharga serta dilindungi oleh orang-orang Sumba. Jadi, tak heran jika tenun ikat Sumba ini disebut-sebut sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang berkualitas tinggi, karena memiliki unsur corak, motif dan warna yang unik bahkan langka.

Credit: cdn.popbela.com

Seiring berjalannya waku, tenun ikat Sumba semakin berkembang cukup pesat dan digemari oleh para pecinta fashion maupun wisatawan yang datang berkunjung ke Sumba. Bahkan dalam rangkaian acara Parade 1001 Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat Sumba 2017 itu juga turut dihadiri oleh Presiden Jokowi. Pada acara tersebut, Presiden Jokowi juga ikut mengenakan tenun ikat Sumba yang berwana merah putih yang ditambah dengan aksesoris topi khas Sumba. Dengan hadirnya orang nomor satu di Indonesia ini, diharapkan dapat membuat citra tenun ikat Sumba kian populer dan mendunia. Hal tersebut telah dibuktikan dengan ekspor kain tenun ikat Sumba yang telah sampai ke Eropa, yang dimulai dengan negara Belanda. Tak berhenti disitu, sampai dengan saat ini kain tenun ikat Sumba telah menjadi contoh desain tekstil berkualitas tinggi dan juga sudah ada di dalam museum-museum utama dunia serta di rumah-rumah para kolektor.

Credit: www.tribunnews.com

updated