Penutupan Pulau Komodo: Antara Konservasi dan Pariwisata

Belakangan ini, kita masih dihebohkan tentang adanya informasi penutupan Pulau Komodo yang akan segera dilakukan pada awal tahun 2020. Kabar penutupan tersebut ternyata bukan menjadi isapan jempol belaka. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah melakukan rapat bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, akibat adanya kasus dugaan penyeludupan 41 Komodo yang di jual ke luar negeri dengan harga Rp 500 juta per ekor. Hasil rapat tersebut pun menghasilkan keputusan final bahwa, Pulau Komodo ditutup sementara mulai Januari 2020 sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Credit: Photo by Chase Rief on Unsplash

Seperti yang kita sama-sama ketahui, Pulau Komodo ini adalah salah satu dari 7 Keajaiban Dunia, yang tentunya menarik para wisatawan lokal maupun macanegara untuk datang dan menyaksikan langsung hewan langka ini. Dengan adanya penutupan Pulau Komodo ini, tentu akan berdampak langsung terhadap sektor pariwisata yang ada di sana, karena pemerintah sendiri juga telah menyatakan bahwa akan membatasi wisatawan yang ingin mengunjungi Taman Nasional ini. Tak heran, jika keputusan penutupan Pulau Komodo ini menimbulkan banyak respon dari berbagai pihak, baik itu dari masyarakat sekitar hingga actor Hollywood Leonardo DiCaprio.

Credit: instagram.com/leonardodicaprio

Penutupan sementara Taman Nasional Komodo dilakukan guna memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk melakukan konservasi dan memastikan pasokan makanan Komodo tetap terjaga secara baik. Selain itu, pemerintah juga berniat akan melakukan penataan alam dan lingkungan di Pulau Komodo, seperti menanam lebih banyak pohon endemik asli di kawasan NTT. Dengan harapan, penutupan ini bisa meningkatkan populasi Komodo dan menjaga habitatnya sealami mungkin. Namun, pada kenyataannya sampai dengan saat ini keputusan itu ditolak oleh masyarakat sekitar, karena mereka beranggapan telah lama terlibat dalam pariwisata yang berbasis konservasi.

Lantas bagimana pendapat Anda? Apakah Anda setuju dengan upaya pemerintah yang menerbitkan peraturan penutupan sementara Pulau Komodo ini?

updated